Wawancara Reporter TV

January 6, 2012 Leave a comment

Tergelitik tadi pagi (6/1/12) menonton salah satu tayangan berita oleh salah satu stasiun tv swasta yang menyiarkan tentang produksi dalam negeri yang sedang marak dibicarakan, mobil hasil karya siswa SMK yang menjadi mobil dinas Walikota Solo. Ketika itu reporter stasiun TV swasta tersebut mewawancarai Walikota Solo, kurang lebih potongan wawancaranya seperti ini :

Reporter TV      : setelah menggunakan mobil hasil karya SMK bagaimana rasanya pak?
Walikota Solo    : nyaman, AC-nya dingin, kursinya empuk, larinya kencang.
Reporter TV      : yang kami dengar katanya suspensi-nya kurang bagus pak? Bagaimana itu?
Walikota Solo    : ya namanya segala sesuatu yang baru tidak ada yang sempurna, perlahan-lahan akan ada peningkatan disemua sisi.

Ada hal yang “menarik” pada wawancara tersebut, Reporter TV secara persuasif mengkonlusikan secara pesimis suatu berita tanpa bertanya kepada yang di wawancarai. Dalam hal ini terlihat ketidak netralan sang Reporter TV dalam menyiarkan suatu berita.

Tersenyum sendiri mendengar wawancara tersebut, kok bisa ya tayangan tesebut disebut siaran berita.

Setelah ini, sesuai dengan ciri khas bangsa Indonesia yang selalu ikut-ikutan dan tak mau kalah, akan lebih banyak lagi siaran dan pemberitaan tentang produk dalam negeri. Ya seperti saya ini…hehehe

Categories: Obrolan Warung Kopi Tags:

House of Sampoerna

December 20, 2011 Leave a comment

Pada Oktober 2010, berarti tahun lalu saya menyempatkan diri untuk mengunjungi kota Surabaya, sudah beberapa kali aku transit disini tapi belum pernah melihat kotanya. Karena perjalanan dari kota Mataram mengharusnya pesawat transit di Surabaya maka saya mencoba untuk menginap 1 malam disini dan esok malam baru melanjutkan perjalanan ke Makassar.

Sabtu siang itu saya tertarik untuk mengunjungi museum rokok, yaitu House of Sampoerna yang berada di Taman Sampoerna 6, Surabaya. Beruntung kunjungan saya pertama kali ke Surabaya di temani seorang teman, sehingga tidak perlu bersusah payah mencari trayek bus :D

Bangunan luar tampak mengesankan, bangunan lama dengan arsitektur Belanda yang di bangun pada tahun 1862. Ketika masuk kedalam bangunan saya langsung di sambut oleh bau cengkeh dan tembakau yang menusuk hidung, jadi bagi anda sekalian yang tidak tahan bau rokok dianjurkan membawa sapu tangan untuk menutup hidung. Di bagian dalam ruangan di pajang foto-foto keluarga Sampoerna, kliping berita tempo doeloe, barang-barang antik sebagai bukti perjuangan keluarga sampoerna dalam menjalani bisnis-nya.

Dilantai 2, kami tidak boleh mengambil gambar. Disana merupakan tempat penjualan merchandise Sampoerna, dan yang paling mengesankan adalah bisa melihat tempat para pekerja yang sedang mem-produksi rokok kretek, tapi karena sudah Sabtu siang tidak ada pekerja yang masuk. Menurut info, buruh yang rata-rata wanita tersebut dalam 1 jam dapat melinting 300an batang rokok.

Tak hanya museum, disini juga terdapat restoran dengan gaya tempo doeloe dan galery yang terletak dibelakang restoran. Yang saya suka adalah, kita bisa jalan-jalan keliling kota Surabaya dengan bis Surabaya Heritage yang disediakan cuma-cuma oleh Sampoerna, untuk jadwalnya bisa dilihat di web resminya.

Salute for Sampoerna, berharap semua museum di Indonesia bisa meniru. Save our heritage :)

Note:

  1. Karena berada di kota, tidak perlu mempersiapkan sesuatu yang khusus.
  2. Bila tidak ingin repot, dianjurkan menggunakan taksi menuju tempat ini.


Categories: Traveling

Karst Maros

December 9, 2011 Leave a comment

Maros merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan, hanya berjarak 1 jam perjalanan dari kota Makassar (Ibukota Sulawesi Selatan). Maros, juga terkenal dengan tempat 2 pabrik semen yaitu Tonasa dan Bosowa, selain itu ada satu pegunungan batu yang sangat indah dan eksotik, yang biasa disebut Karst Maros.

Karst adalah sebuah bentukan di permukaan bumi yang pada umumnya dengan adanya depresi tertutup, drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibentuk terutama oleh permukaan batuan, kebanyakan batu gamping (sumber).

Pada akhir September 2011 saya berkesempatan mengunjungi satu situs wisata yang mengandung nilai sejarah. Karst Maros merupakan deretan gugusan tebing cadas terbentang seluas 43,750 ha. Terletak di jalur poros lintas propinsi Makassar-Parepare, merupakan salah satu jalur tersibuk dilintas Sulawesi ini. Tempat yang sangat eksotik, deretan tebing batu yang dipadukan oleh keindahan alam hijau. Masih terasa pesona mistis di tempat ini, gua batu penuh dengan peninggalan prasejarah adalah satu bukti yang terdapat pada Karst di Maros, sisa peninggalan berupa gambar-gambar yang diyakini ditulis oleh manusia purba.

Diantara bebatuan terdapat sungai-sungai kecil sebagai akses untuk mencapai salah satu gua dan harus menggunakan perahu yang disewa. Persawahan merupakan medan lain yang harus ditempuh. Salah satu gua yang paling banyak dikunjungi adalah Gua Telapak Tangan, karena di gua ini terlihat jelas gambar-gambar dari jaman prasejarah (yang diyakini seperti itu)

Patut disayangkan, objek wisata kelas dunia ini masih belum banyak dikunjungi, karena belum banyak diekspos. Potensi keunikan, eksotisme dan peninggalan bersejarah membuat tempat ini termasuk daftar layak dikunjungi. Kunjungan saya kesana malah bertemu beberapa orang bule, dan tidak bertemu orang Indonesia yang menjelajahi tempat ini. its to bad.

Lets learn more about beauty of Indonesia :)

Notes :

  1. Untuk mencapai kawasan, dengan menggunakan jalur darat dari kota Makassar menuju arah Maros, masuk ke pabrik semen Bosowa, sekitar 200 meter ada gardu listrik belok ke kiri, ikuti jalan. Bila tanya ke penduduk setempat bilang saja, mau melihat gua-gua.
  2. Waktu terbaik untuk menuju tempat ini adalah tidak pada waktu musim kemarau, karena sangat jarang kehijauan pepohonan tempat yang eksotik ini.
  3. Tidak ada hotel dikawasan ini, bila ingin menginap bisa dirumah warga
  4. Tidak ada listrik, sebaiknya dipersiapkan batere cadangan.

Sumber lain : Infobackpacker, sumber 2, sumber 3, sumber 4

Categories: Traveling

Titik Jenuh

November 21, 2011 Leave a comment

Pernahkah anda merasa bosan dengan semua media digital, merasa jemu anak semua teknologi, konektifitas dan gadget yang mengelilingi anda.

You always connected to everyone in everywhre at everytime, and what we are loosing? Privacy. Yup, we area lost our privacy.

Our name can be find on google, just pick up the phone when our bos needed us, we always checking our inbox, messages, and miss called. And when do we have time for ourself?

Categories: Storytelling

Pagi

November 15, 2011 Leave a comment

Sudah beberapa minggu kebelakang saya selalu berusaha untuk lebih pagi masuk kantor, biasanya saya masuk jam 08.00 – 08.30 pagi, berusaha untuk 07.40 – 08.00. Dan ternyata dampaknya sangat menyenangkan, saya tidak lagi terburu-buru mengerjakan pekerjaan yang tertunda ketika tiba di kantor sehingga saya bisa menyusun apa yang akan dikerjakan hari ini, jalanan-pun masih belum begitu macet, dan yang paling penting adalah otak masih fresh bahkan banyak ide keluar dipagi hari.

Bila teman-teman ingin menulis suatu ide atau menuangkan suatu kreasi dipagi hari, ketika sampai kantor janganlah membuka email, berkas pekerjaan yang kemarin yang belum terselesaikan karena pastinya ide tersebut akan langsung hilang karena melihat pekerjaan yang harus diselesaikan.

Selamat pagi teman-teman, mari kita biasakan bangun dan berangkat lebih pagi :)

Categories: Storytelling
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.