Posted by: kinko | November 21, 2009

indonesia’ top site

Dini hari [22-11-2009] saya iseng-iseng buka situs yang menampilkan rating situs-situs yang ada di seluruh dunia, Alexa. Iseng saya liat situs apa yang paling banyak di akses oleh para netter Indonesia, hasilnya sungguh diluar dugaan saya google.co.id yang selama ini selalu setia berada di peringkat 1 harus rela turun peringkat ke posisi dua dan di gantikan oleh facebook.

Surprise…? yup, jujur saya tidak pernah membayangkan posisi google tergantikan oleh facebook.

Ini menandakan bahwa netter di Indonesia ketika pertama kali connect to the internet is always connect to facebook. Disatu sisi saya gembira karena masyarakat Indonesia mulai menaruh perhatian kepada jejaring social dan selalu menggunakannya untuk berinteraksi dengan yang teman-teman-nya di seluruh dunia. Tapi disisi lain itu menandakan pamor google mulai menurun sebagai situs yang  selalu di buka ketika connect ke internet. Dan ternyata itu tak hanya berlaku di Indonesia saja, Negara-negara tetangga kita juga mengalami hal serupa, Malaysia, Singapore, Philippines menunjukan bahwa facebook adalah situs yang paling sering di buka. Sedangkan untuk negara-negara yang lebih maju, Germany, France, England, USJapan, Finland tetap google nomer wahid, facebook berada pada posisi 2-10.

Trend ini tentu saja  dipengaruhi oleh banyak factor:

[1] Pertama berasal dari para operator. Maraknya penjualan mobile phone bundling yang dilengkapi oleh kemampuan koneksi internet in anywhere  and anytime merupakan factor utama. Selalu adanya menu facebook pada setiap mobile phone membuat pasa user tidak perlu lagi mengetik satu persatu alamat sitenya dan juga bilamana mereka (netter) tidak tahu alamat situs facebook tidak perlu lagi mencarinya di google, mereka hanya tinggal meng-klik menu aplikasi yang ada di mobile phone mereka. Kita lihat saja program-program bundling mobile phone + Staterpack + paket layanan data + beragam content yang tersedia, Blackberry, Nexian Bery, Flexi Muslim, iPhone, dan yang lainnya.

[2] Perilaku netter Indonesia, facebook saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Kita lihat saja, setiap mereka (netter) itu berganti aktivitas yang mereka lakukan pertama kali adalah mengganti status mereka. Tentu kalian masih ingat pada tanggal 2 September 2009 kemarin ketika Jakarta terkena gempa, yang lucu dari kejadian ini adalah ketika mereka sudah merasa aman yang pertama kali mereka lakukan adalah sibuk meng-up date status mereka dengan status “gempa” bukan menelpon orang rumah untuk menanyakan kabar mereka. Hahaha….konyol.

Yang menjadi pertanyaan, sebegitu pentingkah facebook bagi masyarakat Indonesia.

Posted by: kinko | October 26, 2009

new telkom, new momentum

Telkom_New LogoAkhir Oktober 2009 kemarin Telkom merubah logo lamanya menjadi logo yang baru. Logo lama dengan bentuk lingkaran biru terputus-putus dengan tulisan Telkom Indonesia dibawahnya harus mengakhiri masa abdi-nya selama ±18 tahun dan digantikan dengan logo yang lebih dinamis, sebuah lingkaran atau bisa di katakatan garis tebal membentuk  lingkaran dengan perpaduan warna biru tua dan biru muda yang melambangkan dunia lalu lingkaran tersebut di lengkapi dengan gambar telapak tangan berwarna kuning yang mengartikan bahwa dunia dalam genggaman tangan anda.

Tagline-pun mengikuti logo, tagline “committed 2 u” berubah menjadi “The World In Your Hand”, menandakan bahwa perubahan Telkom mengikuti dunia yang terus berkembang.

Perubahan logo lama yang terkesan kaku dan merubahnya menjadi logo yang tampak lebih dinamis dan telihat sebagai logo-nya anak muda. Ternyata yang diharapkan Telkom seperti itu, untuk menghadapi tantangan saat ini dengan perubahaan teknologi dan bisnis semakin cepat diperlukan orang-orang yang berjiwa muda, kreatif dan dinamis. Perubahan ini juga di inspirasi dengan membandingkan brand-brand perusahaan telekomunkasi di eropa, seperti BT (British Telecommunication) dan Orange (France Telecom).

Dari perubahan ini, diharapkan image Telkom yang berada paling bawah dan terkesan bahwa brand-nya terlalu generic dan dalam posisi diantara tangible dan intagibles akan minimal menyamai BT (nomer 1) dari sisi brand.

Posisi Brand Telkom

Suatu keputusan untuk melakukan suatu perubahan tentu saja buknalah seutu keputusan yang mudah dan dapat di tentukan dalam waktu yang singkat, diperlukan suatu pertimbangan yang matang dari segala sisi. Di era kompetisi di industri telekomunikasi yang semakin lama semakin terbuka dan semakin mudah di masuki (saat ini ada 11 operator), yang menandakan barriers to entry dalam industri ini semakin lama semakin menurun.

Telkom di kenal sebagai BUMN yang bergerak di industri jasa telekomunikasi dan terbesar di Indonesia ingin merubah image-nya yang notaben sebagai perusahaan incumbent yang dikenal arogan (sebesar 46%) menjadi suatu organisasi yang siap berkompetisi dengan para pesaingnya di industri telekomunikasi dan merubah ke-arogan-nya menjadi sebuah perusahaan yang inovatif.

saat ini banyak perusahaan tidak lagi memandang logo = brand, tapi logo = reputation, mengganti logo berarti mengganti dan menaikan reputasnya, meningkatkan derajatnya di bandingkan para kompetitornya.

Stakeholder indicate a need for a change

Telkom saat ini seperti yang telah kita ketahui sedang menjalani proses transformasi di segala aspek , bisnis, sdm, infrastruktur serta budaya. Perubahan logo adalah salah satu bagian dari proses ini. Bila suatu perusahaan di ibaratkan sebagai mobil, perubahan dari aspek sdm, infrastruktur serta budaya adalah memperbaiki dan mengganti onderdil-onderdil yang kurang berfungsi dengan baik ke yang lebih bagus, yang tentu saja dapat membuat mobil ini dapat melaju lebih cepat, sedangkan pergantian logo ini adalah mengganti tampilah luar mobil tersebut, mobil di cat ulang, mengganti cat yang lama yang sudah old fashion dengan warna cat yang lebih cocok dengan trend saat ini, di tambahi dan di kurangi asesoris yang di perlukan, didandani sehingga cocok untuk dipergunakan saat ini dan masa mendatang.

Posted by: kinko | October 19, 2009

World Class University

Akhir minggu kemarin saya membaca salah satu berita mengenai perkembangan almamater saya, IM Telkom. Berita tersebut berisi visi, obsesi, dan target YPT (Yayasan Pendidikan Telkom) untuk menjadikan kampus-kampus yang dibawah naungannya -IT Telkom, IM Telkom dan Politeknik Telkom- menjadi universitas.

Wah satu berita yang menarik dan tentu saja gembira, akhirnya sebagai lembaga pendidikan penyedia tenaga-tenaga ahli telekomunikasi mempunyai visi manjadi world class university.

Penyediaan sarana prasarana serta fasilitas sedang dalam proses pembangunan dan di rencanakan dipusatkan di Dayeuhkolot, Bandung, tempat kampus STT Telkom dahulu. Yang paling berat dalam mencapai tujuan ini adalah proses transisi dan peningkatan mutu dari sisi pengajar dan mahasiswa. Kuantitas mahasiswa tentu sangat di butuhkan untuk membuat suatu kampus menjadi besar. Tapi semoga penambahan kuantitas ini turut diimbangi dengan peningkatan kualitas dari mahasiswanya.

Posted by: kinko | April 25, 2009

operator telekomunikasi indonesia

Seperti yang telah kita ketahui bahwa industri telekomunikasi di Indonesia semakin berkembang dengan adanya 11 operator besar. Tapi sebetulnya ada lebih dari 11 operator, terutama untuk layanan data masih banyak operator yang jarang di sebutkan. Berikut adalah gambaran kompetisi di industri telekomunikasi untuk 11 operator.

indonesia-telco-operators1

Operator-operator Telekomunikasi:

[1] Telekomunikasi Indonesia (Telkom)   [2] Telekomunikasi Selular (Telkomsel)   [3] Indosat [4] Excelcomindo Pratama (XL)   [5] Pasifik Satelit Nusantara (PSN)   [6] Mobile 8 [7] Bakrie Telecom (B-Tel)   [8] Hutchinson Indonesia [9] Sinar Mas Telecom (Smart)   [10] Sampoerna Telecom   [11] Natrindo Telepon Seluler (NTS).

Posted by: kinko | April 25, 2009

internet masuk desa

Mungkin anda masih ingat salah satu iklan salah satu perusahaan penyedia layanan data internet.

Bila kita lihat iklan ini, apa yang ada pikirkan: unik, lucu, kagum, serta prihatin. Kok prihatin? ya, memang harus prihatin, karena inilah potret masyarakat indonesia. Ternyata masih banyak saudara-saudara kita yang belum paham mengenai internet.

Why i wrote this? karena belakangan ini terlalu banyak berita seputar dunia IT di Indonesia, tentang pembangunan-pembangunan kabel laut agar koneksi layanan data itu lebih cepat dan murah, banyak postingan di forum-forum yang mengeluhkan layanan internet yang mereka pakai sekarang itu mahal dan lambat, dan hal-hal negative lainnya. Mereka selalu berkomentar tentang kondisi internet saat ini, masyarakat, mahasiswa, pengusaha, birokrat, dan lain-lain. Yang komentar-komentar kurang lebih seperti ini, “pak tarifnya terlalu mahal, beda dengan di negara-negara maju yang tarifnya murah”, “memang internet di negara ini blom manteb”, dan lain-lain.

Tahukah mereka [orang-orang yang berkomentar] sebetulnya ada hal yang lebih penting dari pada komplain akan masalah itu [bukan berarti hal itu tidak penting] adalah memasyarakatkan internet. Bila anda pergi ke kota-kota kecil di daerah indonesia timur, di Sulawesi, kepulauan Maluku, Papua, Nusa Tenggara apa yang anda lihat…? Keadaan mereka lebih parah, mereka tidak punya e-mail, facebook [situs jejaring sosial yang lagi trend], bahkan mereka tidak tahu cara membuat e-mail, dan yang paling parah adalah mereka tidak tahu internet itu apa. Can u imagen that.

Pada iklan tersebut bisa kita lihat kalau ternyata masyarakat itu banyak yang belum mengetahui apa internet, kasarnya menurut mereka [masyarakat di kota kecil], “intenet tuh bentuknya seperti apa ya?”. Mungkin ada kaget bila mendengar komentar seperti itu, apalagi kita-kita yang tinggal di kota-kota besar pasti terlintas “gila kok masih masih ada yang belum tahu internet”. That the fact guys, if all you is complaining all nonsense about internet, the tariff, the speed, better u do is help them [peoplein the little town] to know understand what is internet.

Sebetulnya siapa yang bertanggung jawab atas ketimpangan pengetahuan antara di kota besar dan di kota kecil? Pemerintah…pasti, pengusaha…ya, birokrat…ya, netter…ya. Saya berpikir kita semua bertanggung jawab atas ketimpangan semua ini. Pemerintah tidak punya program atau tidak serius menggalakan program-nya, sibuk dengan mengumpulkan uang dan lobi sana sini supaya naik jabatan. Pengusaha, bila satu usaha didirikan maka mereka juga bertanggung jawab dengan keadaan di sekliling mereka, dengan program CSR harusnya para pengusaha lebih realistis mengembangkan masyarakat di sekelilingnya. Birokrat para wakil rakyat, janganlah hanya mengumbar janji-janji saja, lihatlah betul-betul sebetulnya masalah apa yang benar-benar penting. Netter, is the most important, karena mulailah membagi-bagi ilmu dengan mereka yang benar membutuhkan, buatlah sanggar telematika dengan tujuan non profit organization untuk memajukan dunia IT di Indonesia, khususnya di kota-kota kecil dan desa-desa.

Older Posts »

Categories