Posted by: kinko | October 26, 2009

new telkom, new momentum

Telkom_New LogoAkhir Oktober 2009 kemarin Telkom merubah logo lamanya menjadi logo yang baru. Logo lama dengan bentuk lingkaran biru terputus-putus dengan tulisan Telkom Indonesia dibawahnya harus mengakhiri masa abdi-nya selama ±18 tahun dan digantikan dengan logo yang lebih dinamis, sebuah lingkaran atau bisa di katakatan garis tebal membentuk  lingkaran dengan perpaduan warna biru tua dan biru muda yang melambangkan dunia lalu lingkaran tersebut di lengkapi dengan gambar telapak tangan berwarna kuning yang mengartikan bahwa dunia dalam genggaman tangan anda.

Tagline-pun mengikuti logo, tagline “committed 2 u” berubah menjadi “The World In Your Hand”, menandakan bahwa perubahan Telkom mengikuti dunia yang terus berkembang.

Perubahan logo lama yang terkesan kaku dan merubahnya menjadi logo yang tampak lebih dinamis dan telihat sebagai logo-nya anak muda. Ternyata yang diharapkan Telkom seperti itu, untuk menghadapi tantangan saat ini dengan perubahaan teknologi dan bisnis semakin cepat diperlukan orang-orang yang berjiwa muda, kreatif dan dinamis. Perubahan ini juga di inspirasi dengan membandingkan brand-brand perusahaan telekomunkasi di eropa, seperti BT (British Telecommunication) dan Orange (France Telecom).

Dari perubahan ini, diharapkan image Telkom yang berada paling bawah dan terkesan bahwa brand-nya terlalu generic dan dalam posisi diantara tangible dan intagibles akan minimal menyamai BT (nomer 1) dari sisi brand.

Posisi Brand Telkom

Suatu keputusan untuk melakukan suatu perubahan tentu saja buknalah seutu keputusan yang mudah dan dapat di tentukan dalam waktu yang singkat, diperlukan suatu pertimbangan yang matang dari segala sisi. Di era kompetisi di industri telekomunikasi yang semakin lama semakin terbuka dan semakin mudah di masuki (saat ini ada 11 operator), yang menandakan barriers to entry dalam industri ini semakin lama semakin menurun.

Telkom di kenal sebagai BUMN yang bergerak di industri jasa telekomunikasi dan terbesar di Indonesia ingin merubah image-nya yang notaben sebagai perusahaan incumbent yang dikenal arogan (sebesar 46%) menjadi suatu organisasi yang siap berkompetisi dengan para pesaingnya di industri telekomunikasi dan merubah ke-arogan-nya menjadi sebuah perusahaan yang inovatif.

saat ini banyak perusahaan tidak lagi memandang logo = brand, tapi logo = reputation, mengganti logo berarti mengganti dan menaikan reputasnya, meningkatkan derajatnya di bandingkan para kompetitornya.

Stakeholder indicate a need for a change

Telkom saat ini seperti yang telah kita ketahui sedang menjalani proses transformasi di segala aspek , bisnis, sdm, infrastruktur serta budaya. Perubahan logo adalah salah satu bagian dari proses ini. Bila suatu perusahaan di ibaratkan sebagai mobil, perubahan dari aspek sdm, infrastruktur serta budaya adalah memperbaiki dan mengganti onderdil-onderdil yang kurang berfungsi dengan baik ke yang lebih bagus, yang tentu saja dapat membuat mobil ini dapat melaju lebih cepat, sedangkan pergantian logo ini adalah mengganti tampilah luar mobil tersebut, mobil di cat ulang, mengganti cat yang lama yang sudah old fashion dengan warna cat yang lebih cocok dengan trend saat ini, di tambahi dan di kurangi asesoris yang di perlukan, didandani sehingga cocok untuk dipergunakan saat ini dan masa mendatang.

Posted by: kinko | October 19, 2009

World Class University

Akhir minggu kemarin saya membaca salah satu berita mengenai perkembangan almamater saya, IM Telkom. Berita tersebut berisi visi, obsesi, dan target YPT (Yayasan Pendidikan Telkom) untuk menjadikan kampus-kampus yang dibawah naungannya -IT Telkom, IM Telkom dan Politeknik Telkom- menjadi universitas.

Wah satu berita yang menarik dan tentu saja gembira, akhirnya sebagai lembaga pendidikan penyedia tenaga-tenaga ahli telekomunikasi mempunyai visi manjadi world class university.

Penyediaan sarana prasarana serta fasilitas sedang dalam proses pembangunan dan di rencanakan dipusatkan di Dayeuhkolot, Bandung, tempat kampus STT Telkom dahulu. Yang paling berat dalam mencapai tujuan ini adalah proses transisi dan peningkatan mutu dari sisi pengajar dan mahasiswa. Kuantitas mahasiswa tentu sangat di butuhkan untuk membuat suatu kampus menjadi besar. Tapi semoga penambahan kuantitas ini turut diimbangi dengan peningkatan kualitas dari mahasiswanya.

Posted by: kinko | April 25, 2009

operator telekomunikasi indonesia

Seperti yang telah kita ketahui bahwa industri telekomunikasi di Indonesia semakin berkembang dengan adanya 11 operator besar. Tapi sebetulnya ada lebih dari 11 operator, terutama untuk layanan data masih banyak operator yang jarang di sebutkan. Berikut adalah gambaran kompetisi di industri telekomunikasi untuk 11 operator.

indonesia-telco-operators1

Operator-operator Telekomunikasi:

[1] Telekomunikasi Indonesia (Telkom)   [2] Telekomunikasi Selular (Telkomsel)   [3] Indosat [4] Excelcomindo Pratama (XL)   [5] Pasifik Satelit Nusantara (PSN)   [6] Mobile 8 [7] Bakrie Telecom (B-Tel)   [8] Hutchinson Indonesia [9] Sinar Mas Telecom (Smart)   [10] Sampoerna Telecom   [11] Natrindo Telepon Seluler (NTS).

Posted by: kinko | April 25, 2009

internet masuk desa

Mungkin anda masih ingat salah satu iklan salah satu perusahaan penyedia layanan data internet.

Bila kita lihat iklan ini, apa yang ada pikirkan: unik, lucu, kagum, serta prihatin. Kok prihatin? ya, memang harus prihatin, karena inilah potret masyarakat indonesia. Ternyata masih banyak saudara-saudara kita yang belum paham mengenai internet.

Why i wrote this? karena belakangan ini terlalu banyak berita seputar dunia IT di Indonesia, tentang pembangunan-pembangunan kabel laut agar koneksi layanan data itu lebih cepat dan murah, banyak postingan di forum-forum yang mengeluhkan layanan internet yang mereka pakai sekarang itu mahal dan lambat, dan hal-hal negative lainnya. Mereka selalu berkomentar tentang kondisi internet saat ini, masyarakat, mahasiswa, pengusaha, birokrat, dan lain-lain. Yang komentar-komentar kurang lebih seperti ini, “pak tarifnya terlalu mahal, beda dengan di negara-negara maju yang tarifnya murah”, “memang internet di negara ini blom manteb”, dan lain-lain.

Tahukah mereka [orang-orang yang berkomentar] sebetulnya ada hal yang lebih penting dari pada komplain akan masalah itu [bukan berarti hal itu tidak penting] adalah memasyarakatkan internet. Bila anda pergi ke kota-kota kecil di daerah indonesia timur, di Sulawesi, kepulauan Maluku, Papua, Nusa Tenggara apa yang anda lihat…? Keadaan mereka lebih parah, mereka tidak punya e-mail, facebook [situs jejaring sosial yang lagi trend], bahkan mereka tidak tahu cara membuat e-mail, dan yang paling parah adalah mereka tidak tahu internet itu apa. Can u imagen that.

Pada iklan tersebut bisa kita lihat kalau ternyata masyarakat itu banyak yang belum mengetahui apa internet, kasarnya menurut mereka [masyarakat di kota kecil], “intenet tuh bentuknya seperti apa ya?”. Mungkin ada kaget bila mendengar komentar seperti itu, apalagi kita-kita yang tinggal di kota-kota besar pasti terlintas “gila kok masih masih ada yang belum tahu internet”. That the fact guys, if all you is complaining all nonsense about internet, the tariff, the speed, better u do is help them [peoplein the little town] to know understand what is internet.

Sebetulnya siapa yang bertanggung jawab atas ketimpangan pengetahuan antara di kota besar dan di kota kecil? Pemerintah…pasti, pengusaha…ya, birokrat…ya, netter…ya. Saya berpikir kita semua bertanggung jawab atas ketimpangan semua ini. Pemerintah tidak punya program atau tidak serius menggalakan program-nya, sibuk dengan mengumpulkan uang dan lobi sana sini supaya naik jabatan. Pengusaha, bila satu usaha didirikan maka mereka juga bertanggung jawab dengan keadaan di sekliling mereka, dengan program CSR harusnya para pengusaha lebih realistis mengembangkan masyarakat di sekelilingnya. Birokrat para wakil rakyat, janganlah hanya mengumbar janji-janji saja, lihatlah betul-betul sebetulnya masalah apa yang benar-benar penting. Netter, is the most important, karena mulailah membagi-bagi ilmu dengan mereka yang benar membutuhkan, buatlah sanggar telematika dengan tujuan non profit organization untuk memajukan dunia IT di Indonesia, khususnya di kota-kota kecil dan desa-desa.

Posted by: kinko | March 23, 2009

jangan terpengaruh kaya cepat lewat internet

Postingan yang sangat menarik :-)

Setelah membaca komentar-komentar yang belakangan muncul di tulisan lama, sekaligus pula menimpali tulisan Richard di blognya, kok miris juga ya melihat beberapa blogger baru yang menulis blog hanya karena uang sebagai motivasi utamanya. Mereka berharap bisa mendapatkannya dengan cepat pula!

Apakah ini karena semakin banyaknya situs-situs penjual mimpi yang makin banyak bermunculan? Perhatikan pula iklan-iklan teks kontekstual buatan lokal. Hampir semua iklan-iklan yang muncul di sana juga menjanjikan hal serupa. Kesannya, mendapatkan penghasilan dari internet itu instan dan besar. Apalagi cuma sekedar menulis dari blog? Haha, mana mungkin!!!

Di dunia ini nggak ada yang instan. Kalau semua serba instan, semua orang Indonesia sudah jadi kaya sekarang. Nyatanya nggak kan? Pendapatan melalui blog hanya bisa diperoleh kalau blog kita menyuguhkan sesuatu yang berharga di dalamnya. Hal itu bisa berupa informasi ataupun barang. Kalau memang kita memiliki informasi atau barang yang memang memberikan manfaat, akan selalu ada pengunjung yang datang. Namun kalau isi blog kita adalah ’sampah,’ janganlah berharap ada kunjungan ulang dari orang tersebut.

Informasi bisa berupa tulisan berbagi pengetahuan, opini suatu produk/jasa, hingga tips yang lekat dengan pengalaman hidup kita sehari-hari. Informasi menjadi bernilai bila apa yang dituliskan itu unik, memberikan manfaat, dan bisa jadi kontroversial. Kalau barang yang dijual melalui blog, maka sebaiknya barang itu adalah barang nyata, yang ada bentuk fisiknya. Blog dimanfaatkan sebagai alat untuk berdagang. Lihatlah Pasar Batik atau Toko Helmebook yang dijual ratusan ribu rupiah, padahal isinya bisa didapat dengan gratis di internet. sebagai contohnya. Bukan barang seperti

Lalu pendapatannya dari mana? Kalau produknya barang, jelas dari penjualan barang tersebut. Barang laku, pendapatan pun masuk. Kalau produknya berupa informasi, upaya mendapatkannya memang lebih susah. Untuk blog yang berbahasa Inggris, pilihannya cukup banyak dari iklan teks kontekstual, melakukan ulasan berbayar, hingga menjual produk toko lain melalui kode referral (rujukan). Kalau blog berbahasa Indonesia, pendapatan bisa didapat dari layanan iklan teks kontekstual lokal, hingga pemasangan banner. Untuk pemasangan banner, si blogger harus aktif mencari klien. Nggak bisa sekedar diam menunggu saja.

Yang selalu dilupakan sebenarnya adalah pendapatan tidak langsung. Bila isi blog kita fokus pada bidang tulisan tertentu, secara tidak langsung kita membangun personal branding diri kita. Kita akan dipersepsikan oleh pembaca kita sebagai blogger yang ahli dalam bidang itu. Apalagi kalau yang kita tuliskan itu relevan dengan apa yang kita kerjakan sehari-hari. Blog akan membantu sebagai tools mengenalkan keahlian kita kepada orang lain (baca: calon klien). Bisa jadi, peluang penghasilan berupa proyek pun datang dari mereka.

Baik pendapatan langsung maupun tidak langsung, nggak ada yang bisa didapat secara instan. Semua harus dibangun dengan kerja keras. Baca tipsnya di tulisan ini. Nggak gampang dan seketika jadi. Membangun blog nggak berbeda dengan mereka yang punya toko selular atau komputer. Sebegitu banyaknya toko selular dan komputer di negeri ini, sehingga perlu cara unik untuk mendatangkan pengunjung baru dan mempertahankan pengunjung lama. Blog ada jutaan, dengan ratusan ribunya berasal dari Indonesia. Nggak mudah membuat sebuah blog menjadi unik dan menonjol di antara blog-blog lainnya.

Saat blog menuai penghasilan pun, jangan berekspektasi tinggi. Nilai yang didapat dari sebuah blog itu nggak seberapa besar, apalagi yang didapat dari pendapatan langsung. Sebagai perbandingan, waktu blog ini masih memasang AdSense, pendapatan per bulan yang didapat tidak sampai Rp. 300.000/bulan. Blog Media Ide ini memiliki unique visitors 30.000/bulan dan pageviews 40.000/bulan. Jadi silakan menghitung sendiri target per bulan yang ingin dicapai, dan pikirkan sendiri bagaimana meningkatkan kunjungan ke blog (atau banyak blog) yang kita punya. Sebaliknya, penghasilan tidak langsung yang didapat dari blog inilah yang tinggi, karena sudah beberapa kali ada calon klien yang mengkontak dan terkonversi menjadi sebuah proyek bernilai puluhan juta, hanya gara-gara mereka pernah membaca blog ini.

Jadi sejak sekarang, jangan sekali-sekali berpikir dan berharap bisa kaya cepat lewat internet. Itu hanya ilusi belaka. Kalau memang di antara Anda memang ternyata pernah ada yang mendapatkannya dalam waktu cepat, mudah-mudahan hal itu tidak dilakukan dengan melakukan penipuan halus ala menjual ebook ratusan ribu rupiah!

PS: Judul di atas sengaja pakai “Kaya Cepat Lewat Internet” supaya para pencari info itu mampir ke blog ini dan mudah-mudahan sadar setelah membaca tulisan ini. :D

source

Older Posts »

Categories