Home > Traveling > ikan tuing-tuing

ikan tuing-tuing

Mungkin agak aneh mendengar nama itu, sayapun merasa seperti itu, ternyata ada toh nama seperti itu. Berlanjut dari perjalanan saya ke Majene, setelah berbagai macam urusan kelar, sekitar jam 7 malam sebelum pulang kami berencana untuk makan terlebih dahulu di daerah Kampung Labuan, 45 menit perjalanan dari Majene ke arah Utara menuju arah kota Mamuju.

“Man, lo mesti nyobain makanan ini, namanya ikan tuing-tuing”,
“emang rasanya kaya apa om?”,
“wah susah di ceritain, pokoknya kita kesana dulu, bis itu baru lo komentar”,
“wokeh bos”,

Memang, makan di pinggir jalan tak kalah enak dengan makanan di restoran mewah walau dengan tempat seadanya, perlegkapan makan seadanya, tapi kalau soal makanannya tak kalah enak. Selain dipinggir jalan, tempat ini juga berada di pinggir laut, mantab kan….

Sama seperti pas makan nasu panokko, makan ini pun lebih enak dilengkapi dengan buras. Ternyata makanan ini khas Mandar, dan ikan tuing-tuing sering disebut ikan indosiar, salah satu ikon televisi swasta Indonesia. Cara penyajian ikan ini bukan di goreng, bukan juga di bakar, tapi di asapkan, unik memang, jadi ini bisa juga menjadi oleh-oleh dan bisa tahan sekitar 2-3 hari.

Selain ikan tuing-tuing, di warung ini juga menyediakan ikan batu, tapi sayang sekali saat itu ikan batunya tidak ada, jadi kami tidak bisa mencicipinya.

ikan Tuing-tuing


Categories: Traveling
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: