Home > Storytelling > idealism

idealism

Perlukah sebuah idealisme bagi seseorang?Seberapa pentingkah idealisme bagi seseorang? Apakah ini adalah salah satu bentuk dari proses pembentukan diri kita? Entah secara sadar atau tidak idealisme menjadi sesuatu yang harus dimiliki bagi kita, dan jika kita tidak memilikinya kita dianggap sebagai orang tidak punya pendirian hidup. Benarkah?

Idealisme, bagi seseorang itu adalah sebuah keharusan untuk mencapai impiannya, Tapi bagi orang lain itu adalah sebuah kata yang tidak disukai. Idealime bagaikan buah simalakama, dimiliki bisa di artikan salah tidak memiliki juga bisa di artikan salah.

Acapkali seseorang yang mempunyai idealisme sering dikatakan sebagai seorang yang mempunyai impian dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Walaupun kewajiban yang ia laksanakan dan yang ia ingin laksanakan sering kali bersebrangan dengan prinsip hidupnya yang terkadang menyulitkan ia sendiri. Ia sering dikatakan tidak mempunyai prikemanusiaan dikarenakan hal tersebut tidak sesuai dengan dirinya. Tapi ia juga sering dikatakan sebagai orang yang berprinsip dalam hidupnya yang tentunya akan membawa kesuksesan dalam dirinya.

Lain halnya dengan orang yang tidak memiliki kata itu. Ia sering dikatakan sebagai orang tidak mempunyai pendirian dikarenakan ia tidak mempunyai batasan akan dirinya sendiri. Ia bisa dikatakan sebagai bunglon yang selalu berganti warna setiap kali berganti tempat. Disamping semua itu ia bisa dikatakan sebagai orang yang easy going selalu enak diajak kemana saja yang bisa dengan mudah menyesuaikan dengan tempat dimana ia berada.

* * *

Tidak ada yang salah dengan keduanya yang merupakan hak seseorang untuk memilihnya tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Selanjutnya manakah yang akan kita pilih? manakah yang lebih baik bagi kita? Apakah kita menjadi seorang yang idealis yang kerap kali merugikan orang sekitarnya walaupun terdapat makna dari semua itu, atau menjadi orang tanpa mengenal kata itu yang hidup bebas seperti burung yang melayang di angkasa.

* * *

Tanpa kita sadari bahwa sebetulnya setiap orang mempunyai prinsip akan dirinya sendiri yang tentu saja secara tidak langsung membentuk idealisme kita secara berbeda-beda. Apakah memang seperti itu? Ya. Seseorang yang ingin bebas tanpa di kekang oleh orang lain merupakan idealisme bagi dirinya yang secara tidak langsung ia terapkan bagi dirinya sendiri yang tentu saja akan berdampak pada orang lain.

Lalu, bagaimana sikap kita nantinya? Yang menjadi permasalahan bukan jalan mana yang kita pilih apakah kita memilih hidup dengan idealisme atau menjadi orang yang tidak mengenal kata itu. Yang permasalahan adalah seberapa jauh idealisme kita berpengaruh pada orang lain dan apakah kita bisa menjadi orang yang bisa melihat keluar dari diri kita bahwasannya diri kita juga tidak sempurna dan menerima pendapat orang lain yang menyatakan bahwa diri kita itu salah.

Tugas yang paling berat dari seorang manusia adalah belajar menerima kekalahan dalam segala hal, bahwasannya tidak semua yang kita inginkan dapat tercapai, tidak semua yang kita anggap benar itu ternyata benar, dan tidak semaunya.

Categories: Storytelling
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: