Home > Iseng > Teaching Method

Teaching Method

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti training/workshop di perusahaanku tempatku bekerja mengenai suatu sistem mutu yang dipakai oleh perusahaanku, yaitu SOX (Sarbanes Oaxley Act). Sistem mutu ini belum lama digunakan, sebelumnya itu menggunakan ISO. Perggantian sistem mutu itu dikarenakan perusahaanku itu listing di bursa efek NY, dan diharuskan menggunakan sistem mutu tersebut.

Selama mengikuti pelatihan saya hanya duduk manis di kelas tanpa banyak mengetahui materi dan pengetahuan tentang SOX, ya memang sebelumnya pelatihan ini diperuntukan untuk manager, tapi berhubung beliau berhalangan, maka sayalah yang di utus. Sebetulnya yang saya ingin bicarakan bukan tentang apa isi pelatihan saya, tapi lebih mengenai suatu sisem pelatihan /pendidikan atau penilaian di banyak perusahaan dan lembaga-lembaga di Indonesia.

Selama pelatihan kita di tuntut untuk cepat menyerap ilmu yang disampaikan (hal ini wajar) dan menjelang akhir periode pelatihan kita di uji atau di tes untuk mengetahui nilai dan perkembangan kita selama mengikuti pelatihan dan kita di berikan peringkat untuk mengetahui siapa yang terbaik di antara para peserta pelatihan. Dan seperti waktu-waktu sebelumnya, nama saya tidak ada pada daftar peringkat yang di maksud.πŸ™‚

Biasanya perserta yang mendapatkan peringkat dalam pelatihan tersebut mendapatkan point khusus dari perusahaan, yaitu semakin besar nilainya maka semakin tinggi pula dia untuk naik jabatan atau bisa di masukan ke dalam “talent pool” atau biasa di sebut orang-orang khusus. Dan disitulah satu hal yang membuat saya kurang begitu setuju. Kenapa? karena selama ini orang beranggapan, jika seseorang mendapatkan nilai bagus, maka orang itu pasti akan sukses di pekerjaannya. Is it true? NOT ALWAYS RIGHT.

Mungkin ada beranggapan saya mengatakan seperti ini, kurang setuju akan hal ini dikarenakan saya tidak mampu mendapatkan peringkat. Ya, itu memang ada benarnya karena jarang sekali saya mendapatkan peringkat pada suatu pelatihan/ pendidikan, tapi bukan karena tidak mampu, tapi hanya karena malas…πŸ˜€ (sebetulnya sama saja). Tapi bukan itu intinya, saya hanya mencoba memotret situasi yang sering terjadi di sekitar kita.

yang menjadi pertanyaan adalah, apakah orang-orang yang berperingkat tersebut pasti akan selalu sukses, rajin, aplikatif ketika di lapanga..? TIDAK SELALU. Karena ketika di lapangan situasi jelas sangat berbeda karena kita lebih di tuntut cerdas dan kreatif, tidak cuma hanya pintar saja. Dan yang sering terjadi malah sebaliknya. people who always goot with homework, not always good with work.

Hal itulah yang sering saya sesalkan pada sistem yang berlaku, yang beranggapan bahwa nilai yang tinggi pasti selalu good at work. Saya lebih menyukai kekurangsetujuan ini sebagai “potret” keadaab yang sudah mengakar di Indonesia dan sudah berlangsung lama, dan saya beranggapan pola pandang seperti ini harus segera dirubah sehingga kita lebih terbuka dan tidak terpaku oleh batasan-batasan yang sudah ada.

Saya pernah berbincang-bincang dengan seseorang yang mengatakan:

“tidak selamanya dan semua orang pintar itu berhasil, karena justru kita lebih di tuntut untuk cerdas dan kerja keras di segala situasi. Dan saya lebih menyukai jika orang memanggil saya dengan kata cerdas atau kreatif di bandingkan dengan kata pintar”
“alasannya..?”
“karena pintar itu, dia hanya lebih dulu tahu tapi tidak merubah isinya, dan memanfaatkannya tapi kalau cerdas itu dia tidak selalu lebih dulu tahu, tapi dia bisa memanfaatkan dan mengolahnya sehingga menjadi sesuatu yang baru”
“wow. what a good point a view”
Categories: Iseng
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: