Home > Iseng > Internet Masuk Desa

Internet Masuk Desa

Mungkin anda masih ingat salah satu iklan salah satu perusahaan penyedia layanan data internet.

Bila kita lihat iklan ini, apa yang ada pikirkan: unik, lucu, kagum, serta prihatin. Kok prihatin? ya, memang harus prihatin, karena inilah potret masyarakat indonesia. Ternyata masih banyak saudara-saudara kita yang belum paham mengenai internet.

Why i wrote this? karena belakangan ini terlalu banyak berita seputar dunia IT di Indonesia, tentang pembangunan-pembangunan kabel laut agar koneksi layanan data itu lebih cepat dan murah, banyak postingan di forum-forum yang mengeluhkan layanan internet yang mereka pakai sekarang itu mahal dan lambat, dan hal-hal negative lainnya. Mereka selalu berkomentar tentang kondisi internet saat ini, masyarakat, mahasiswa, pengusaha, birokrat, dan lain-lain. Yang komentar-komentar kurang lebih seperti ini, “pak tarifnya terlalu mahal, beda dengan di negara-negara maju yang tarifnya murah”, “memang internet di negara ini blom manteb”, dan lain-lain.

Tahukah mereka [orang-orang yang berkomentar] sebetulnya ada hal yang lebih penting dari pada komplain akan masalah itu [bukan berarti hal itu tidak penting] adalah memasyarakatkan internet. Bila anda pergi ke kota-kota kecil di daerah indonesia timur, di Sulawesi, kepulauan Maluku, Papua, Nusa Tenggara apa yang anda lihat…? Keadaan mereka lebih parah, mereka tidak punya e-mail, facebook [situs jejaring sosial yang lagi trend], bahkan mereka tidak tahu cara membuat e-mail, dan yang paling parah adalah mereka tidak tahu internet itu apa. Can u imagen that.

Pada iklan tersebut bisa kita lihat kalau ternyata masyarakat itu banyak yang belum mengetahui apa internet, kasarnya menurut mereka [masyarakat di kota kecil], “intenet tuh bentuknya seperti apa ya?”. Mungkin ada kaget bila mendengar komentar seperti itu, apalagi kita-kita yang tinggal di kota-kota besar pasti terlintas “gila kok masih masih ada yang belum tahu internet”. That the fact guys, if all you is complaining all nonsense about internet, the tariff, the speed, better u do is help them [peoplein the little town] to know understand what is internet.

Sebetulnya siapa yang bertanggung jawab atas ketimpangan pengetahuan antara di kota besar dan di kota kecil? Pemerintah…pasti, pengusaha…ya, birokrat…ya, netter…ya. Saya berpikir kita semua bertanggung jawab atas ketimpangan semua ini. Pemerintah tidak punya program atau tidak serius menggalakan program-nya, sibuk dengan mengumpulkan uang dan lobi sana sini supaya naik jabatan. Pengusaha, bila satu usaha didirikan maka mereka juga bertanggung jawab dengan keadaan di sekliling mereka, dengan program CSR harusnya para pengusaha lebih realistis mengembangkan masyarakat di sekelilingnya. Birokrat para wakil rakyat, janganlah hanya mengumbar janji-janji saja, lihatlah betul-betul sebetulnya masalah apa yang benar-benar penting. Netter, is the most important, karena mulailah membagi-bagi ilmu dengan mereka yang benar membutuhkan, buatlah sanggar telematika dengan tujuan non profit organization untuk memajukan dunia IT di Indonesia, khususnya di kota-kota kecil dan desa-desa.

Categories: Iseng
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: