Home > Lainnya > Mesin Waktu

Mesin Waktu

Hari minggu kemarin saya tidak sengaja nonton film kartun berseri Doraemon, salah satu favorit ketika kecil. Salah satu alat doraemon yang paling kusenangi pada waktu itu adalah mesin waktu, yang berada dalam laci meja belajar nobita, dengan mesin waktu itu mereka bisa berpetualang kemana saja dan kapan saja. Dulu rasanya ingin sekali punya seperti itu, hehe…namanya juga anak kecil. Dan pada tahun 1990-an juga banyak sekali film yang bertema kembali ke masa lampau, gema film kembali ke masa lalu sangat terkenal yaitu Back to the Future pada tahun 1985, lalu setelah itu mulai bermunculan film-film dengan tema serupa.

Bila kita tanyakan kepada setiap orang: “apa yang akan kamu lakukan bila punya mesin waktu?”, wah pasti jawabannya bermacam-macam. “saya pengen liat nanti 10-20 tahun kemudian saya jadi seperti apa”, “kalau saya, ingin kembali ke masa lalu, memperbaiki belajar saya sehingga diterima masuk perguruan tinggi negeri”, “aku, hmm…jangan putus deh sama si dia, ternyata dia jadi orang yang sukses”, “kalo gw, pengen kembali waktu jaman kemerdekaan, mao lihat gimana perjuangan Soekarno pada detik-detik proklamasi. Gw mengidolakan Soekarno”, dan masih banyak yang lainnya lagi. Tentu saja alasan mereka itu tergantung minat dan tujuan mereka untuk apa yang yang terbesar adalah untuk memperbaiki kesalahan yang mereka perbuat pada masa lalu dan melihat akan menjadi apa mereka di masa mendatang, jika tidak sesuai dengan harapan mereka akan memperbaiki dan berupaya dari sekarang.

Ketika berdiskusi tentang ini teman saya bertanya: “lalu kalau kamu, apa yang akan kamu lakukan kalau ada mesin waktu?”, “saya…….?, saya tidak akan melakukan apa-apa, tidak kembali ke masa lalu, tidak juga ke masa depan”, ujarku, “lho..?, tadi kamu tanya ke saya, ketika saya tanya kamu kenapa jawabanya hanya seperti itu?”, “hehehe, terlalu panjang jika dijelaskan”.

* * *

Coba jika kita bayangkan kita dapat kembali ke masa lalu, melihat semua yang terjadi pada masa itu, semua pasti terasa sangat menyenangkan dapat melihat seperti apa masa lalu, seperti apa kejadian pada waktu itu, seperti apa dan siapa leluhur kita. Lalu kita dapat meneropong masa depan, akan seperti apa negeri saya dimasa depan, jadi apa diriku 20 tahun kemudian, apa yang akan terjadi 10 tahun yang akan datang. Sangat menyenangkan bukan? Ya…, but for me, NO.

I just can say is: where is the excitement of all, tidak ada yang menyenangkan kita bisa melihat masa lalu, tapi apakah benar kita tidak akan menjadi kecewa dengan melihat keadaan yang sebenarnya.

Saya ingin lihat katanya bangsa ini dibicarakan sangat powerful/ berkuasa pada 1000 tahun yang lalu, lalu kita lihat dengan mesin waktu dan ternyata malah terjadi sebaliknya, bangsa kita bukanlah apa-apa 1000 tahun yang lalu. Wow, satu kekecewaan yang besar, itu satu contoh dan begitu juga dengan bidang/ hal yang lain. Tak ada lagi yang namanya misteri jika semua itu terungkap dengan mudah, tak ada namanya lagi seorang arkeolog mencari jejak reruntuhan jika semuanya bisa dilihat ke masa lalu dimana sih letak reruntuhan itu sebenarnya. Tidak ada yang namanya sejarahwan, meneliti kebenaran cerita yang terjadi. Dan akhirnya tidak ada lagi yang namanya keingintahuan yang besar akan masa lalu jika semuanya bisa diungkapkan dengan begitu mudah, walau sebesar apapun kejadian, peristiwa, figure, dan peninggalan yang sangat ingin kita lihat dan perbaiki, dan jika kita perbaikin kejadian masa lalu pastinya saat ini keadaan sudah pasti berubah, a simple minor we changed can be a major change for all.

Dalam istilah ilmiah kita lebih mengenalnya dengan itstilan ‘time paradox’, if we change a little thing in the past, it will change everything in the future. Tidak percaya? Ok, try to imagine this… (with simple logic) let’s make a simple example in time line:

1. Bila berjalan seperti adanya, Minggu (24/02/2007)

24.00 : kareoke dengan teman
03.00 : tidur
08.00 : bangun (terlambat)
08.20 : sudah siap (mandi dan rapih-rapih)
08.25 : mampir ke warung beli roti dan air mineral, total Rp. 7,000,- (bayar dengan uang Rp. 1,000 semua)
08.30 : bertemu teman lama, bertukar no telp (akan menjadi rekan bisnis di masa depan)
08.35 : naik angkot menuju tempat kerja, bayar angkot Rp. 3,000,- (naik angkot A)
08.40 : berkenalan dengan wanita, bertukar no telp (akan menjadi istri dimasa depan)
09.00 : sampai kantor, terlambat. Presentasi ke klien sudah selesai, proyek gagal di dapat.
09.30 : di marahi atasan (menyesal karena terlambat), karir terhambat

 

* tulisan hijau: tidak tahu itu akan terjadi

Kemudian anda membayangkan jika waktu itu, malam harinya tidak karaoke dengan teman-teman hingga larut dan mengakibatkan bangun terlambat. Oke, kita bayangkan jika seperti itu

2. Bila keadaan berubah, Minggu (24/02/2007)

23.00 : tidur
05.30 : bangun (tidak terlambat)
05.50 : olah raga
06.20 : sudah siap (mandi dan rapih-rapih tidak terburu-buru)
06.30 : naik angkot, bayar Rp. 3,000,- (naik angkot B)
07.00 : sampai kantor, siap-siap untuk presentasi
08.00 : presentasi ke klien
08.45 : persentasi selesai, proyek berhasil di dapat, karir mulus

Kita sudah membuat timeline 2 versi, mari kita lihat apa yang di dapat dan menjadi hilang bila kita kembal ke masa lalu ke hari Minggu (24/02/2007) pukul 20.00 dan menginformasikan ke diri kita sendiri bahwa jika anda ikut karaoke dengan teman-teman keesokan harinya anda akan seperti itu. So, apa yang hilang:

  1. Kita tidak akan mampir ke warung dan tidak memberikan uang Rp. 7,000,- ke warung tersebut sehingg warung tersebut tidak mendapatkan pendapat sebesar Rp. 7,000,-. Kemudian ada pembeli yang menunggu kembalian Rp. 3,000, – tidak langsung mendapat kembalian karena tidak ada uang kecil dan harus menunggu permilik warung untuk menukar uangnya, dan memerlukan waktu 5 menit.
  2. Kita tidak akan menjadi rekan bisnis dengan teman lama kita (karena tidak bertemu), which mean, kita tidak akan mendapat second income from bisnis. Padahal dari second income tsb kita akan membeli motor.
  3. Kita tidak akan naik angkot A, supir angkot A tidak mendapat tambahan uang Rp. 3,000,- dan ternyata supir angkot A itu kurang Rp. 3,000, – ketika malamnya harus setoran kepada pemilik angkot, sehingga uangnya berkurang untuk dibawa ke rumah dan tidak tidak cukup uang untuk membeli makanan untuk keluarganya.
  4. Kita tidak akan bertemu calon istri kita, dan kita menikah dengan wanita lain, kemudian mempunyai anak dengan inisial AB. Dan wanita yang seharusnya menjadi istri kita menikah dengan pria lain.

Bila kita perpanjang lagi rantai pertiswa itu, pasti akan mempengaruhi banyak sekali orang. Dan pada akhirnya anak anda-pun berbeda dengan yang seharusnya. See…, what an effect.

* * *

Bagaimana dengan masa depan, kan masa depan masih bisa di rubah jika kita berusaha saat ini. At this point your absolutely right. Coba bayangkan, bila kita sudah tahu berapa hasil pertandingan sepakbola antara MU vs Real Madrid, apakah kita masih akan tertarik menontonnya? Saya yakin tidak, taruhan anda pasti menang tapi kita telah menghilangkan satu perasaan yang sangat penting, ketegangan, kekhawatiran, kegembiraan, kesedihan, dan yang lainnya. Yang pasti kita akan jadi malas berusaha, jika kita tahu ketika lulus SMA kita masih perguruan tinggi negeri maka esoknya kita akan malas belajar karena sudah tahu kita akan masuk PTN. Maka kita kehilangan rasa ingin berusaha, rasa ingin menang, rasa ingin dibanggakan oleh orang lain.

Still want to know if we make a simple time line? Ow, i don’t wanna waste my time explaining the same thing as before and you already knew the result.

So, where the fun?

If we already know what happened in the past and what will happen in the future, what our duty and role in this life.

Categories: Lainnya
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: