Home > Traveling > Es Krim Baltik

Es Krim Baltik

agi itu ketika mata baru saja melek langsung disuruh untuk manjadi petugas antar orang tua-ku. Hari itu memang hari special bagi ibu-ku, beliau berulang tahun dan katanya pagi itu dia lagi ingin menikmati es krim kesukaan-nya di daerah Senen, Jakarta Pusat, Es Krim Baltic. Hari itu kebetulan aku lagi di Jakarta, menikmati libur hari Raya Idul Fitri dan merupakan hal yang laing ku sukai adalah jalan-jalan keliling Jakarta ketika libur lebaran karena jalanan masih pada kosong😀

Langsung saja hanya cuci muka dan gosok gigi tanpa mandi aku langsung mengantar rombongan ke Jalan Kramat Raya, Senen. Sesampai di sana kami langsung memilih beberapa rasa es krim yang sangat menggoda, hingga kini hanya ada 3 model es krim Baltic: es puter yang di cup, es batang, dan tart es krim, tapi yang ini harus pesan terlebih dahulu. Oh iya, bagi yang membawa kendaraan tidak bisa parkir di depan tokonya karena tepat di per-empatan lampu lalu lintas (lampu merah), jadi kalau mau parkir ketika di persimpangan belok ke kiri dan di depan tempat jual buku-buku bekas bisa parkir di sana.

Rasanya tidak kalah dengan es krim yang biasa kita dapatkan di supermarket dan minimarket, jujur sepertinya lebih enak, untuk generasi saat ini tidak terlalu mengenal produk es krim ini. Sejak didirikan tahun 1939 es krim Baltik tidak membuka cabang dan tidak menaruhnya di supermarket dan mini market , bagi generasi tahun 80an ke bawah es krim ini adalah es krim idola di Jakarta selain es krim Ragusa.

Kedainya terbilang mungil, hanya beberapa meja saja. Di kedai-nya hanya khusus menjual es krim saja tidak pula menjual minuman ringan, sekilas terlihat pengunjung yang datang hanya datang membeli saja tanpa duduk santai terlebih dahulu. Memang bila di kondisikan saat ini, tempat tersebut ‘kurang pas’ untuk di jadikan tempat nongkrong karena terlalu ramai dengan jalan raya, tempat parkir yang cukup sulit dan setahu saya jauh dari typical tempat nongkrong anak muda sekarang.

Dahulu lokasi kedai es krim Baltik merupakan tempat paling strategis ketika Jakarta masih sepi (seperti postingan saya terdahulu yang rindu dengan Jakarta yang masih cukup nyaman). Lokasi di Kwitang, Senen. Di sebrang kedai ada Bioskop Grand yang pernah jaya dimasanya, lalu ada Pasar Senen, di belakang kedai ada taman pusat kesenian, Taman Ismail Marzuki (TIM) dan kampus kesenian, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang sebelum menjadi keduanya adalah Kebun Binatang dan dekat situ pula ada real estate pertama di Jakarta yaitu, Menteng. Di jalan Gunung Sahari, Kramat Raya, Matraman, hingga Kampung Melayu ada trems seperti di luar negeri (aku membayangkan dulu kenapa trems di hilangkan).

Bisa di bayangkan betapa strategisnya lokasi kedai tersebut, sehabis malam minggu menonton bioskop mampir dulu ke kedai es krim, pulang belanja di Pasar Senen mampir dulu, pulang mengunjungi kebun binatang bersama keluarga, pulang kuliah bersama teman-teman pasti mampir terlebih dahulu. Tapi jangan di bayangkan dari TIM itu jalan berpanas-panas dan macer seperti sekarang, dulu (sangat) tidak sepanas dan macet sekarang. Dan dulu jalan dari TIM ke kwitang dianggap masih dekat.

Categories: Traveling
  1. opi
    July 8, 2011 at 4:29 pm

    iya memang ice cream baltic merupakan ice cream favorit keluarga kami, sejak keluarga kami pindah ke bintaro kami jadi lebih sering memesan via telp dengan marketing yg bernama mbk airin. di no tlp 32679131. atau kami bisa melihat websitenya http://www.balticicecream.webnode.com langsung (tanpa kami harus datangi ke konternya).

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: