Home > Obrolan Warung Kopi > Pegawai Negeri Sipil

Pegawai Negeri Sipil

Pegawai Negeri adalah pegawai yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri (id wikipedia). Pegawai negeri di indonesia terdiri dari : (1) Pegawai Negeri Sipil, (2) Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), (3) Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI). Pegawai Negeri Sipil atau biasa kita sebut PNS adalah pegawai negeri yang bekerja pada lembaga pemerintahan, baik pemerintah pusat maupun daerah.

PNS adalah salah satu tempat bekerja (I don’t wanna call it profession, because it doesn’t do something specific) yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia. Alasan paling utama adalah kepastian penghasilan yang di dapet setiap bulannya pada masa bekerja dan setelah pensiun, dan yang paling utama adalah terhindar dari ancaman pemecatan. Dengan 2 alasan utama inilah masyarakat pada setiap tahunnya ketika ada tes masuk PNS berbondong-bondong mendaftar agar bisa mendapatkan status ini bahkan semenjak bangku sekolah cita-cita mereka adalah menjadi PNS. Jumlah peminat PNS pada setiap tahunnya semakin meningkat terutama yang berada pada daerah non ibukota dan non kota besar karena status PNS dipandang tinggi oleh masyarakat karena dipastikan akan mendapatkan banyak kemudahan dan kenyamanan hidup hingga hari tua.

Tidak ada yang salah untuk menjadi PNS, tujuan mereka sama dengan kita dan saya sendiri adalah untuk mencari nafkah, uang untuk menjalani hidup dan beribadah. Bahkan sebetulnya PNS itu adalah tugas yang mulia karena mereka (PNS) adalah pegawai yang bekerja pada sektor pemerintahan, bekerja membangun negara. Tapi sayangnya kontribusi mereka terhadap pemerintah daerah dan negara tidak sebanding dengan imbalan (gaji) yang mereka terima, or I like to call it as Overpaid.

Bagi sebagian orang lagi, mendengar kata PNS adalah orang yang malas. The fact is, banyak orang yang bekerja sebagai PNS adalah orang yang malas, dalam hal ini malas bekerja. Tapi tidak semua PNS seperti ini hanya banyak dan mendominasi. Ada beberapa alasan mengapa mereka malas bekerja : (1) Tidak tahu pekerjaan mereka, (2) Tidak mengerti pekerjaan/ tugas mereka dan akhirnya tidak di kerjakan. Dalam hal ini bisa disebut malas berusaha, (3) Ikut-ikutan malas karena yang lain juga malas dan akhirnya menjadi kebiasaan, (4) Karena mereka memang malas. Sangat tidak produktif-nya kinerja mereka didukung pula dengan kebijakan pemerintah secara ambigu mengenai pemecatan PNS dan sepanjang sejarah hampir tidak adalah pemecatan seorang PNS dengan alasan malas bekerja.

Sangat di sayangkan hal ini semakin berkembang, terlalu banyak hal negatif yang terus bermunculan di masyarakat dan anehnya semakin banyak pula yang bercita-cta jadi PNS, hukum baru telah berlaku, “sesuatu yang kurang disukai belum tentu tidak di minati”.

Selain faktor dari individu seorang PNS seperti yang di jelaskan di atas, peran dari pemerintah pusat dan pemda juga sangat besar. Pemerintah sendiri juga yang membiarkan budaya malas terus berkembang hingga mengakar, pemerintah juga tidak berani tegas untuk memberhentikan seorang PNS dengan kinerja yang sangat rendah. Di sisi lain penerimaan untuk menjadi PNS semakin banyak setiap tahunnya. Ada alasan tersendiri pemerintah membiarkan ini yang sangat jarang kita tahu, alasan pengangguran, pada setiap tahunnya penggangguran bertambah dan pemerintah bertanggung jawab atas penambahan pengganguran ini, salah satu tindakan yang dilakukan pemerintah adalah menyerap mereka sebagai tenaga kerja yang bekerja untuk mereka dengan menjadi PNS. Dan begitu juga bila pemerintah memberhentikan seorang PNS berarti mereka menambah seorang pengangguran. (info yang belum valid).

Bila hal tersebut dilakukan pemerintah, sangat disayangkan sekali langkah yang mereka lakukan adalah langkah jangka pendek saja dan hanya mengejar sebuah angka bahwa pengangguran telah berkurang tanpa memikirkan dampak yang besar dibelakangnya, dampak bahwa uang negara sia-sia untuk menggaji seorang yang tidak produktif. Dan andai saja pemerintah adalah sebuah korporasi nasional yang selalu melihat dan berorientasi pada cost and revenue, sudah dipastikan korporasi ini sudah dalam kategori bangkrut karena produktifitas pegawai yang sangat rendah sehingga pencapaian revenue yang tidak significant sedangkan cost yang dikeluarkan sangatlah besar terutama untuk cost beban pegawai.

Gambar diambil disini

Categories: Obrolan Warung Kopi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: