Home > Traveling > Karst Maros

Karst Maros

Maros merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan, hanya berjarak 1 jam perjalanan dari kota Makassar (Ibukota Sulawesi Selatan). Maros, juga terkenal dengan tempat 2 pabrik semen yaitu Tonasa dan Bosowa, selain itu ada satu pegunungan batu yang sangat indah dan eksotik, yang biasa disebut Karst Maros.

Karst adalah sebuah bentukan di permukaan bumi yang pada umumnya dengan adanya depresi tertutup, drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibentuk terutama oleh permukaan batuan, kebanyakan batu gamping (sumber).

Pada akhir September 2011 saya berkesempatan mengunjungi satu situs wisata yang mengandung nilai sejarah. Karst Maros merupakan deretan gugusan tebing cadas terbentang seluas 43,750 ha. Terletak di jalur poros lintas propinsi Makassar-Parepare, merupakan salah satu jalur tersibuk dilintas Sulawesi ini. Tempat yang sangat eksotik, deretan tebing batu yang dipadukan oleh keindahan alam hijau. Masih terasa pesona mistis di tempat ini, gua batu penuh dengan peninggalan prasejarah adalah satu bukti yang terdapat pada Karst di Maros, sisa peninggalan berupa gambar-gambar yang diyakini ditulis oleh manusia purba.

Diantara bebatuan terdapat sungai-sungai kecil sebagai akses untuk mencapai salah satu gua dan harus menggunakan perahu yang disewa. Persawahan merupakan medan lain yang harus ditempuh. Salah satu gua yang paling banyak dikunjungi adalah Gua Telapak Tangan, karena di gua ini terlihat jelas gambar-gambar dari jaman prasejarah (yang diyakini seperti itu)

Patut disayangkan, objek wisata kelas dunia ini masih belum banyak dikunjungi, karena belum banyak diekspos. Potensi keunikan, eksotisme dan peninggalan bersejarah membuat tempat ini termasuk daftar layak dikunjungi. Kunjungan saya kesana malah bertemu beberapa orang bule, dan tidak bertemu orang Indonesia yang menjelajahi tempat ini. its to bad.

Lets learn more about beauty of Indonesia🙂

Notes :

  1. Untuk mencapai kawasan, dengan menggunakan jalur darat dari kota Makassar menuju arah Maros, masuk ke pabrik semen Bosowa, sekitar 200 meter ada gardu listrik belok ke kiri, ikuti jalan. Bila tanya ke penduduk setempat bilang saja, mau melihat gua-gua.
  2. Waktu terbaik untuk menuju tempat ini adalah tidak pada waktu musim kemarau, karena sangat jarang kehijauan pepohonan tempat yang eksotik ini.
  3. Tidak ada hotel dikawasan ini, bila ingin menginap bisa dirumah warga
  4. Tidak ada listrik, sebaiknya dipersiapkan batere cadangan.

Sumber lain : Infobackpacker, sumber 2, sumber 3, sumber 4

Categories: Traveling
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: