Home > Obrolan Warung Kopi > Leave Your Gadget

Leave Your Gadget

Peran teknologi sungguh tidak tergantikan saat ini, kita tidak bisa hidup tanpa teknologi, kita harus membawa teknologi dan kita selalu di kelilingi oleh teknologi. Istilah kuper, tidak up to date, selalu menjadi momok yang tidak menyenangkan bagi orang-orang dengan tingkat pergaulan dan eksitensi yang tinggi sehingga mereka memilih untuk membawa teknologi agar mereka selalu up to date. For real they don’t exactly need that.

Awalnya teknologi adalah untuk mempermudah hodup kita, tapi saat ini malah kita bergantung pada-nya dan tidak bisa hidup tanpa teknologi. Smartphone, blackberry, iphone, ipad, notebook, tablet pc dan yang lainnya sudah menadi daftar barang bawaan yang wajib kita bawa. Semua kebutuhan hidup dan pekerjaan kita bergantung padanya. Kehidupan pribadi dan kehidupan sosial kita hanya berada pada layar datar yg kita pegang, dan tanpa disadari kita menjadi talk-less, face-less, write-less, read-less, dan social-less. And no more physical interaction.

Awalnya ketika mempunyai gadget tersebut kita seketika menjadi orang yang keren, orang yang high tech, selalu up to date dan merasa derajat kita naik. We became online anytime & anywhere dan tanpa disadari kita semakin jauh dari orang-orang didekat kita, teman kita hanyalah gadget-gadget, tanpa disadari bunyi yang selalu dinanti adalah bunyi notifikasi incoming message seolah ada kehidupan yang datang menghampiri dan tak sabar ingin membacanya.

Ini juga terjadi padaku, candu pada gadget, tak bisa lepas dari Blackberry dan lapto. Kusadari ternyata sungguh tidak nyaman hodup dalam sebuah layar yang tidak lebih besar dari 5 inch. Sudah beberapa bulan ini aku mulai membatasi diri untuk terlepas dari mereka (gadget), dan saat ini hanya blackberry saja yang hampir selalu kubawa kemana-mana tapi intensitasnya sudah jauh berkurang, terlebih apabila aku sedang berada bersama teman-teman atau dengan orang terdekat. Aku sadar bahwa aku berhutang pada mereka (orang-orang), berhutang bersosialisasi, berhutang interaksi, berhutang senda gurau, berhutang cerita, dan berhutang mendengarkan kisah mereka. Laptop, aku tinggalkan selalu di kantor selepas jam kerja, terkecuali pada waktu week end untuk kebutuhan lain jika diperlukan. Aku tidak ingin membawa pekerjaan kantor ke rumah walaupun itu belum selesai, I want to try that my life is not my work.

Aku ingin kembali merutinkan membaca buku yang terganggu oleh kehadiran blackberry karena sibuk untuk bersosialisasi secara virtual. Buku yang bukan dibaca pada sebuah layar, not an article that read on web. Sebuah buku dimana kita mendapatkan suasana berbeda, kenyamanan ketika memegangnya, saat telapak tangan memegangnya bunyi kertas yang renyah ketika berpindah halaman.

Just once for a while, leave your gadget and be human again once more🙂

Categories: Obrolan Warung Kopi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: