Archive

Archive for the ‘Lainnya’ Category

Mimpi

March 30, 2012 Leave a comment

Sebuah mimpi sederhana pernah ku-ucapkan, ingin ku jalani bersama pasangan hidupku. Tak hanya kisah sukses yang ingin kubagi tapi juga kisah perjuangan kita, bagaimana kita membangun impian kita untuk selamanya. Tak bisa kuberjanji selama perjalanan itu akan berjalan mulus tanpa hambatan, yang bisa ku janjikan adalah kita akan selesaikan semua masalah dan hambatan bersama.

Mimpi tak selamanya indah, mimpi buruk selalu datang ketika kita tidak berdoa kepada Allah. Sering kita lupakan Allah untuk hal kecil, padahal semua bermula dari hal kecil untuk menjadi besar.

Ketika ditanya, “kenapa mimpi-mu hanya seperti itu? Tak adakah mimpi mahabesar dengan sebuah mahakarya?”. Ku menjawab, “ada, dulu ku selalu mempunyai mimpi besar disebuah tempat yang terhormat, tapi itu dulu ketika aku hanyalah aku, mimpi besar dengan kekosongan dan kerapuhan yang luar biasa”, ku menghela nafas dan melanjutkan, “sekarang aku akan menjadi kami, dimana kesederhanaan yang disokong oleh kekokohan dan keseimbangan. Dulu ku hanya menyediakan satu kursi, sekarang selalu sepasang kursi dengan selalu mempersiapkan kursi tambahan disampingnya”.

Ku terbangun malam hari memikirkan hari itu, hari dimana kita menjadi halal, dimana kata “kamu” dan “aku” menjadi kita. Itu bukan akhir, tapi sebuah awal dari semua perjalanan yang akan kita lalui.

Categories: Lainnya Tags:

Tears

August 15, 2010 Leave a comment

Have you ever cry for no reason?

Suddenly tears fall from your eyes. It seems they knew that we had mourn that has to be gone.

I felt empty at that time, no vision, no act, no though and I don’t know what to do.

Like right know, I don’t know what to write……

Categories: Lainnya

Mesin Waktu

May 2, 2010 Leave a comment

Hari minggu kemarin saya tidak sengaja nonton film kartun berseri Doraemon, salah satu favorit ketika kecil. Salah satu alat doraemon yang paling kusenangi pada waktu itu adalah mesin waktu, yang berada dalam laci meja belajar nobita, dengan mesin waktu itu mereka bisa berpetualang kemana saja dan kapan saja. Dulu rasanya ingin sekali punya seperti itu, hehe…namanya juga anak kecil. Dan pada tahun 1990-an juga banyak sekali film yang bertema kembali ke masa lampau, gema film kembali ke masa lalu sangat terkenal yaitu Back to the Future pada tahun 1985, lalu setelah itu mulai bermunculan film-film dengan tema serupa.

Bila kita tanyakan kepada setiap orang: “apa yang akan kamu lakukan bila punya mesin waktu?”, wah pasti jawabannya bermacam-macam. “saya pengen liat nanti 10-20 tahun kemudian saya jadi seperti apa”, “kalau saya, ingin kembali ke masa lalu, memperbaiki belajar saya sehingga diterima masuk perguruan tinggi negeri”, “aku, hmm…jangan putus deh sama si dia, ternyata dia jadi orang yang sukses”, “kalo gw, pengen kembali waktu jaman kemerdekaan, mao lihat gimana perjuangan Soekarno pada detik-detik proklamasi. Gw mengidolakan Soekarno”, dan masih banyak yang lainnya lagi. Tentu saja alasan mereka itu tergantung minat dan tujuan mereka untuk apa yang yang terbesar adalah untuk memperbaiki kesalahan yang mereka perbuat pada masa lalu dan melihat akan menjadi apa mereka di masa mendatang, jika tidak sesuai dengan harapan mereka akan memperbaiki dan berupaya dari sekarang.

Ketika berdiskusi tentang ini teman saya bertanya: “lalu kalau kamu, apa yang akan kamu lakukan kalau ada mesin waktu?”, “saya…….?, saya tidak akan melakukan apa-apa, tidak kembali ke masa lalu, tidak juga ke masa depan”, ujarku, “lho..?, tadi kamu tanya ke saya, ketika saya tanya kamu kenapa jawabanya hanya seperti itu?”, “hehehe, terlalu panjang jika dijelaskan”.

* * *

Coba jika kita bayangkan kita dapat kembali ke masa lalu, melihat semua yang terjadi pada masa itu, semua pasti terasa sangat menyenangkan dapat melihat seperti apa masa lalu, seperti apa kejadian pada waktu itu, seperti apa dan siapa leluhur kita. Lalu kita dapat meneropong masa depan, akan seperti apa negeri saya dimasa depan, jadi apa diriku 20 tahun kemudian, apa yang akan terjadi 10 tahun yang akan datang. Sangat menyenangkan bukan? Ya…, but for me, NO.

I just can say is: where is the excitement of all, tidak ada yang menyenangkan kita bisa melihat masa lalu, tapi apakah benar kita tidak akan menjadi kecewa dengan melihat keadaan yang sebenarnya.

Saya ingin lihat katanya bangsa ini dibicarakan sangat powerful/ berkuasa pada 1000 tahun yang lalu, lalu kita lihat dengan mesin waktu dan ternyata malah terjadi sebaliknya, bangsa kita bukanlah apa-apa 1000 tahun yang lalu. Wow, satu kekecewaan yang besar, itu satu contoh dan begitu juga dengan bidang/ hal yang lain. Tak ada lagi yang namanya misteri jika semua itu terungkap dengan mudah, tak ada namanya lagi seorang arkeolog mencari jejak reruntuhan jika semuanya bisa dilihat ke masa lalu dimana sih letak reruntuhan itu sebenarnya. Tidak ada yang namanya sejarahwan, meneliti kebenaran cerita yang terjadi. Dan akhirnya tidak ada lagi yang namanya keingintahuan yang besar akan masa lalu jika semuanya bisa diungkapkan dengan begitu mudah, walau sebesar apapun kejadian, peristiwa, figure, dan peninggalan yang sangat ingin kita lihat dan perbaiki, dan jika kita perbaikin kejadian masa lalu pastinya saat ini keadaan sudah pasti berubah, a simple minor we changed can be a major change for all.

Dalam istilah ilmiah kita lebih mengenalnya dengan itstilan ‘time paradox’, if we change a little thing in the past, it will change everything in the future. Tidak percaya? Ok, try to imagine this… (with simple logic) let’s make a simple example in time line:

1. Bila berjalan seperti adanya, Minggu (24/02/2007)

24.00 : kareoke dengan teman
03.00 : tidur
08.00 : bangun (terlambat)
08.20 : sudah siap (mandi dan rapih-rapih)
08.25 : mampir ke warung beli roti dan air mineral, total Rp. 7,000,- (bayar dengan uang Rp. 1,000 semua)
08.30 : bertemu teman lama, bertukar no telp (akan menjadi rekan bisnis di masa depan)
08.35 : naik angkot menuju tempat kerja, bayar angkot Rp. 3,000,- (naik angkot A)
08.40 : berkenalan dengan wanita, bertukar no telp (akan menjadi istri dimasa depan)
09.00 : sampai kantor, terlambat. Presentasi ke klien sudah selesai, proyek gagal di dapat.
09.30 : di marahi atasan (menyesal karena terlambat), karir terhambat

 

* tulisan hijau: tidak tahu itu akan terjadi

Kemudian anda membayangkan jika waktu itu, malam harinya tidak karaoke dengan teman-teman hingga larut dan mengakibatkan bangun terlambat. Oke, kita bayangkan jika seperti itu

2. Bila keadaan berubah, Minggu (24/02/2007)

23.00 : tidur
05.30 : bangun (tidak terlambat)
05.50 : olah raga
06.20 : sudah siap (mandi dan rapih-rapih tidak terburu-buru)
06.30 : naik angkot, bayar Rp. 3,000,- (naik angkot B)
07.00 : sampai kantor, siap-siap untuk presentasi
08.00 : presentasi ke klien
08.45 : persentasi selesai, proyek berhasil di dapat, karir mulus

Kita sudah membuat timeline 2 versi, mari kita lihat apa yang di dapat dan menjadi hilang bila kita kembal ke masa lalu ke hari Minggu (24/02/2007) pukul 20.00 dan menginformasikan ke diri kita sendiri bahwa jika anda ikut karaoke dengan teman-teman keesokan harinya anda akan seperti itu. So, apa yang hilang:

  1. Kita tidak akan mampir ke warung dan tidak memberikan uang Rp. 7,000,- ke warung tersebut sehingg warung tersebut tidak mendapatkan pendapat sebesar Rp. 7,000,-. Kemudian ada pembeli yang menunggu kembalian Rp. 3,000, – tidak langsung mendapat kembalian karena tidak ada uang kecil dan harus menunggu permilik warung untuk menukar uangnya, dan memerlukan waktu 5 menit.
  2. Kita tidak akan menjadi rekan bisnis dengan teman lama kita (karena tidak bertemu), which mean, kita tidak akan mendapat second income from bisnis. Padahal dari second income tsb kita akan membeli motor.
  3. Kita tidak akan naik angkot A, supir angkot A tidak mendapat tambahan uang Rp. 3,000,- dan ternyata supir angkot A itu kurang Rp. 3,000, – ketika malamnya harus setoran kepada pemilik angkot, sehingga uangnya berkurang untuk dibawa ke rumah dan tidak tidak cukup uang untuk membeli makanan untuk keluarganya.
  4. Kita tidak akan bertemu calon istri kita, dan kita menikah dengan wanita lain, kemudian mempunyai anak dengan inisial AB. Dan wanita yang seharusnya menjadi istri kita menikah dengan pria lain.

Bila kita perpanjang lagi rantai pertiswa itu, pasti akan mempengaruhi banyak sekali orang. Dan pada akhirnya anak anda-pun berbeda dengan yang seharusnya. See…, what an effect.

* * *

Bagaimana dengan masa depan, kan masa depan masih bisa di rubah jika kita berusaha saat ini. At this point your absolutely right. Coba bayangkan, bila kita sudah tahu berapa hasil pertandingan sepakbola antara MU vs Real Madrid, apakah kita masih akan tertarik menontonnya? Saya yakin tidak, taruhan anda pasti menang tapi kita telah menghilangkan satu perasaan yang sangat penting, ketegangan, kekhawatiran, kegembiraan, kesedihan, dan yang lainnya. Yang pasti kita akan jadi malas berusaha, jika kita tahu ketika lulus SMA kita masih perguruan tinggi negeri maka esoknya kita akan malas belajar karena sudah tahu kita akan masuk PTN. Maka kita kehilangan rasa ingin berusaha, rasa ingin menang, rasa ingin dibanggakan oleh orang lain.

Still want to know if we make a simple time line? Ow, i don’t wanna waste my time explaining the same thing as before and you already knew the result.

So, where the fun?

If we already know what happened in the past and what will happen in the future, what our duty and role in this life.

Categories: Lainnya

The Riddle (You and I)

September 12, 2008 Leave a comment

there was a song that i like, especially on it lyric that he wrote, that really inspire me to find out about anything around me. he knowns as Five for Fighting. you can download the song here

The Riddle (you and i)

There was a man back in ’95
Whose heart ran out of summers
But before he died, I asked him

Wait, what’s the sense in life
Come over me, Come over me

He said,

Son why you got to sing that tune
Catch a Dylan song or some eclipse of the moon
Let an angel swing and make you swoon
Then you will see… You will see

Then he said,

Here’s a riddle for you
Find the Answer
There’s a reason for the world
You and I…

Picked up my kid from school today

Did you learn anything cause in the world today
You can’t live in a castle far away
Now talk to me, come talk to me

He said,

Dad I’m big but we’re smaller than small
In the scheme of things, well we’re nothing at all
Still every mother’s child sings a lonely song
So play with me, come play with me

And Hey Dad
Here’s a riddle for you
Find the Answer
There’s a reason for the world
You and I…

I said,

Son for all I’ve told you
When you get right down to the
Reason for the world…
Who am I?

There are secrets that we still have left to find
There have been mysteries from the beginning of time
There are answers we’re not wise enough to see

He said… You looking for a clue I Love You free…

The batter swings and the summer flies
As I look into my angel’s eyes
A song plays on while the moon is hiding over me
Something comes over me

I guess we’re big and I guess we’re small
If you think about it man you know we got it all
Cause we’re all we got on this bouncing ball
And I love you free
I love you freely

Here’s a riddle for you
Find the Answer
There’s a reason for the world
You and I…

Categories: Lainnya

malam tak lagi indah (cerpen)

June 20, 2008 1 comment

Malam itu ku terjaga dari tidurku, entah sudah berapa hari aku merasa seperti ini. Seperti ada yang mengawasi, memberitahuku untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah aku lakukan sebelumnya.

Memang aku mengenalnya beberapa bulan lalu, tak banyak kata yang kuucapkan ketika bersamanya. Mulut seakan terkunci untuk mengatakan hal yang indah tentangnya, takut untuk berbuat salah yang akan mengacaukan segalanya. Berawal dari kekaguman, kemudian simpati dan yang terakhir adalah cinta membuat diriku seakan-akan berbeda ketika bersamanya,

Hampir setiap malam ku membayangkan dirinya, tak kuasa untuk berpisah walau hanya semalam, segala kesibukan yang ku lakukan tetap tak bisa membuat diriku terlepas dari bayangnya.

* * *

Ku teringat ketika pertama kali berkenalan dengannya,

“Andri”, kataku kepadanya
“Rahmawati”, balasnya

Entah kata-kata apa lagi yang kuucapkan kepadanya, aku serasa seperti orang yang kehabisan akal. Memang aneh ternyata ketika diriku terpukau pada pandangan pertama. Kalau boleh jujur, ini merupakan hal pertama kali kurasakan. Kepercayaan diri yang sebelumnya sudah terbentuk, hilang begitu saja.

Ku bertemu dengannya di sebuah pameran buku di Bandung, wow sangat klasik sekali, yes it does. Aku di kenalkan dengannya oleh seorang sahabatku,

“duh gw tuh kasian ngeliat lo, kok sepertinya ga ada yang ngurusin lo, semakin hari malah semakin kusut aja”,
“wah ini mah emang uda dari sananya, plus lagi ngerjain skripsi pula”,
“halah, itu mah alasan lo doang, dasar cowo”,
“ya terserah lo deh”,
“ya uda, gini aja, gw kenalin lo ama temen gw, selain cantik plus manis, baik banget orangnya”,
Awalnya aku tak tertarik, maka ku membalas,
“ntar aja deh, gw lagi males nih, pusing gila mikirin skripsi gw”,
“ayo dong, gw uda janji ama temen gw”,
“jangan sekarang deh, gw lagi males nih”,
“ayo dong…..jadi ya, ntar gw kabarin
lagi,ok”,
“haaah…seperti biasa….”,

Percuma berdebat dengannya, pasti diriku selalu kalah.

Hari itu keseluruhan berlangsung kurang lancar menurutku, aku cenderung pendiam ketika bersamanya, i’m completely different person that time. Tak ada kesan istimewa diriku yang tertinggal pada moment itu. “what a loosy guy”. Aku tak berharap banyak setelah hari itu. Life goes on.

On the next day, my friend called me,

“how are u”,
“fine”,
“was what it yesterday, doing well”,
“i don’t think so”,
“what….emang lo ngomong apa aja?”,
“i don’t know, i forget, ok”,
“did u have her number”,
“nope”,
“huh….what a guy, ok… i call u later, bye…”,
“bye”,

Hari-hari berikutnya aku kembali kedalam rutinitas kesibukanku mengerjakan skripsi. Seminggu kemudian sahabatku menghubungiku kembali,

“hey, jadi mao minjem buku gw ga..??”,
“jadi ..lah”,
“ya uda, ambil di tempat kerja gw ya, besok malem, ok?”,
“ok, c u”,

Agak aneh memang, ketika otakku harus bekerja ekstra keras untuk mengerjakan skripsi ini malah hal itu tidak terjadi, makanya aku butuh semacam inspirasi.

Esok malamnya ku datang ke tempat kerjanya, di sebuah library caffee di sekitar daerah Dipati Ukur. Ketiak ku masuk, aku tak menemukan dia, malah bertemu seseorang yang lain, rahmawati.

“dasar, ini pasti kerjaannya dia”, pikirku
“halo rahma, apa kabar”, ucapku memulai percakapan
“kabar baik, kamu sendiri?”,
“baik juga, lihat si chacha..?”,
“lagi ganti baju kalo ga salah, tungguin aja”,
“ok”,

Selanjutnya aku terlibat percakapannya dengannya, dan ternyata seru juga ngobrol dengannya. Kemudian chacha datang, setelah ngobrol dengannya sebentar aku pamit pulang, tapi kali ini aku tak lupa untuk meminta nomer telpon si rahma.hehe.

Yes, i did it…

* * *

Many times i dialled her number, no answer i have. What a pity boy. I always try to think positive,

“maybe she is busy”, that was i thought.

I wish i can meet her soon, to se her face, to see her smile, to hear her laugh. I wanna hold her hand as long as i can and teel her how much i love her.

When that day come, i feel heaven is next to me.

Categories: Lainnya

cinta

June 17, 2008 Leave a comment
cinta
sering terasa membingungkan
mereka datang menghampiri ketika hati tidak mengharapkan
mereka pergi ketika hati datang mengundang
ingin memiliki tapi tak ingin bersama
ingin bersama tapi tak ingin memiliki


Categories: Lainnya

mendengarkan cinta

June 5, 2008 Leave a comment

Hal-hal yang pingin kita omongin, atau yang harus kita bilang, justru malah nggak pernah kita ungkap. Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya. Walhasil, seringnya maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin orang lain ngerasa bete, nggak disayang, nggak dihargai.

Iya sih, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan cinta yang kita rasa. Karena takut mempermalukan orang lain, atau diri kita sendiri, kita ragu buat bilang, “I love you”. Jadinya, kita menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain; “jaga diri baik-baik”, “belajar yang bener”, “hati-hati di jalan”, “jangan ngebut”, “jangan lupa makan”. Tapi, sebenernya, itu cuma opsi-opsi lain dari perkataan yang sesungguhnya; “saya sayang kamu”, “saya peduli sama kamu”, “kamu sangat berarti buat saya”, “saya nggak mau kamu terluka”.

So, nggak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu penting,tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata yang keluar sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain menyimpan cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar. Yang pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.

Seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai rapot atau kamar yang berantakan. Si anak mungkin hanya mendengar omelannya. Tapi kalo dia bener-bener MENDENGAR, dia bakal mendapatkan cinta di sana. Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi gimana pun juga, itu adalah cinta.

Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya dapet kuliah gratis dari bokapnya. Gadis itu cuma nangkep kemarahan sang bokap. Tapi kalo dia mencoba untuk MENDENGARKAN CINTA, dia bakal menemukannya. “Kamu gimana sih, Papa jadi khawatir sama kamu,” kata bokapnya. Tau nggak, itu sama aja dengan “Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu sangat berarti buat Papa” yang sayangnya, nggak tersampaikan dengan lisan.

Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara–hadiah ulang tahun, pesan-pesan kecil, dengan senyuman, dengan air mata. Cinta nggak hanya ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali kita menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau mendengar cinta yang kita sampaikan.

Masalah dalam “mendengarkan cinta” adalah kesulitan dan keterbatasan kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain. Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita nggak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.

Dengerin deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalo kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.

Cinta adalah anugerah.
Membuat kita tertawa.
Membuat kita bernyanyi.
Membuat kita sedih.
Membuat kita menangis.
Membuat kita bertanya “kenapa?”
Membuat kita menerima.
Membuat kita memberi.
Dan yang paling penting, membuat kita hidup.

Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting; kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.

Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.

Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka udah berjasa membangun diri kita yang sekarang. Cinta memang ada untuk ditebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau dibalas, itulah saat hidup menjadi penuh makna.

(unknown source)

Categories: Lainnya